Rabu, 14 Juli 2010

Antara aku dan Waktu-Mu

Apakah akan selamanya hanya hening
yang mau mendengarkan
atau suaraku yang terlampau pelan
Apakah akan selamanya dingin malam menjadi pedang
walaupun ia yang menjadi satu-satunya teman

o Sang Penganyam Kehidupan apalagi yang kau rencanakan
dan dimana jatidiriku itu tersembunyikan
Mengapa semakin hari membuka mata, semakin ia temaram
mengapa semakin ingin berkata semakin ia terbungkam

Kini aku serupa orang-orang itu
yang semakin kelu dalam Waktu
yang tetap saja berjalan meski perih tercacah lalu meremah
menjadi pengeja lupa arah atau salah melangkah, hingga telah tersadar lelah
sungguh, aku hanya ingin mensyukuri diriku dan Waktu
ketika mereka saling menyatakan cinta, dan merasa bahagia.

14/07/2010
17:03 WIB
M.I.Jakarta

2 komentar:

Ratih Soe mengatakan...

Mantap! Apa kabar, My Bro?

Bayu Agusta Lukman mengatakan...

kabar baik mbak ratih ^_^. dah lama kita tak bersua ya :D