Selasa, 08 Desember 2009

Hampir mati puisi

Bagaimana kabar puisimu?
di sini butiran makna selalu menguap lenyap
perintah begitu deras  memaksaku lekat pada layar
tapi tidak untuk puisi 

Bagaimana kabar puisimu?
aku hampir lupa bagaimana rasanya merindui puisi
rinduku kini hanya pada rumah yang di dalamnya cinta terisi
sayang tak mampuku mensyukuri dalam puisi

Bagaimana kabar puisimu?
kini dedaun senang mengajakku berbincang langsung
tidak seperti dulu yang hanya tersenyum
dan puisilah sang ahli merangkum
salahkah bila kini puisi enggan merenung?

Bagaimana kabar puisimu?
dalam hidup ini aku mencintai mati, sungguh
mati membuatku lebih memaknai hidup, utuh
tapi, tidak pada puisi.

6 komentar:

suwanti mengatakan...

bagus puisinyah

my bro mengatakan...

terimakasih suwanti ^_^

Indah Hairani mengatakan...

salam my bro,
biarpun hampir mati puisi, namun maknanya tetapp hidup dan segar.
Tahniah....

Bayu Agusta Lukman mengatakan...

waalaikumsalam,

terimakasih saudariku ^_^.

The Bargowo mengatakan...

sudah punya 'puisi' kecil ya di rumah??????

pa kabar om?

The Bargowo mengatakan...

wah selamet ya dah dapet 'puisi' kecil ;p

selamet begadang, selamet pusing, selamet kewalahan, selamet jadi bapak =)

salam juga untuk istri dan si hamzah ya